Skip to main content

Kenali Golden Age, Fase Emas Tumbuh Kembang Anak



Anak-anak adalah peniru yang baik. Maka dari itu, kita harus menyontohkan sesuatu yang baik pula untuk mereka tiru. Ada yang mengatakan kalau lebih mudah membangun karakter anak ketika masih kecil dibandingkan jika memperbaikinya ketika dewasa. Lalu, benarkah itu?


Semua orang tua pastinya ingin anaknya tumbuh dengan sehat dan baik. Untuk mencapai harapan itu, orang tua harus memperhatikan tumbuh kembang anak secara teliti. Bahkan dari ketika mereka masih dalam kandungan. Hal itu dikarenakan kira-kira 80% pertumbuhan otak anak mengalami perkembangan yang amat pesat pada rentang usia 0-6 tahun, atau seringkali disebut sebagai Golden Age.

Apa sih, Golden Age itu?
Golden Age atau “fase emas” merupakan fase krusial di mana otak manusia mengalami perkembangan yang sangat dan paling cepat dalam pertumbuhannya. Pada fase emas inilah semua informasi yang ada di sekitar anak dapat langsung terserap lalu akan menjadi dasar terbentuknya karakter, kepribadian, dan kemampuan kognitif. Namun perlu kita garis bawahi bahwasannya anak-anak yang masih berusia 0-6 tahun tentu belum dapat melihat baik atau buruknya informasi yang mereka lihat dan mereka serap. Begitu pentingnya fase ini hingga disebut sebagai Fase Emas. Oleh karena itu para orang tua dituntut untuk dapat memberikan pengaruh yang baik serta mengenalkan aktifitas yang bermanfaat melalui pendidikan anak usia dini.


 Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Dalam pertumbuhannya, anak tentu tidak akan lepas dari pengaruh keluarga, rumah, sekolah, dan lingkungan di sekitar mereka. Namun, pada masa Golden Age peran orang tua sangat penting. Untuk memaksimalkan masa Golden Age anak, orang tua perlu mendorong serta membantu anak untuk mengembangkan potensi mereka sejak dini. Selain memberi stimulus dan perhatian yang baik, tentu masih banyak hal yang dapat dilakukan, di antaranya adalah dengan mengarahkan anak sesuai minat atau kegiatan yang disukainya Orang tua harus dapat melibatkan anak dalam berbagai kegiatan yang menarik agar dapat mendorong anak untuk trus belajar. Lalu memberi pujian-pujian kecil setiap kali anak melakukan hal baik. Dengan memberikan pujian, anak akan merasa dihargai dan tentu dapat memotivasi anak untuk terus melakukan hal baik serta mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Kedekatan orang tua dengan anak dapat memberikan rasa aman, percaya diri, yang nantinya akan mempengaruhi aspek perkembangan ketika anak beranjak dewasa.
Yuk, mari kita bersama-sama maksimalkan tumbuh kembang anak sejak dini!

Desember 2018,
Autasya Safira

Comments

Popular posts from this blog

YUK KENALAN SAMA KSPA UNJ

     Hai sobat pena! Pernahkah Anda mendengar atau melihat sebuah kelompok atau suatu komunitas? Bagaimana dengan komunitas sepeda ontel, atau komunitas pencinta alam, tahukah Anda apa itu komunitas atau kelompok? Jadi, komunitas atau kelompok dapat diartikan sebagai suatu kumpulan individu-individu yang memiliki keterikatan satu sama lain sehingga saling berinteraksi demi mencapai tujuan bersama.       Sobat pena semua pasti mengetahui dan bahkan sedang atau pernah mengikuti organisasi yang ada di sekolah maupun di kampusnya masing-masing. Benar bukan? Nah, organisasi itu juga termasuk ke dalam suatu kelompok atau komunitas loh sobat. Tetapi, apakah teman-teman menyadari mengapa organisasi atau kelompok atau komunitas itu dibentuk? Memang apa pentingnya untuk kita mengikuti suatu organisasi tertentu?       Jadi begini sobat, adanya organisasi-organisasi tersebut pada dasarnya berfungsi sebagai wadah bagi kita untuk menamb...

Strategi Mengembangkan Rasa Percaya Diri Pada Anak Usia Dini

     Kepercayaan diri berperan penting dalam cara seseorang berbicara dan bertindak, serta mempengaruhi kesehatan mental. Kepercayaan diri juga menjadi modal bagi anak dalam menghadapi masa depan. Oleh karena itu, banyak orangtua yang berharap anak-anak mereka memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.      Menurut Kids Health, anak-anak yang memiliki rasa percaya diri dan harga diri yang baik cenderung lebih berani mencoba hal-hal baru dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Kepercayaan diri juga membantu anak mengatasi kegagalan, di mana mereka akan terus berusaha hingga mencapai tujuan mereka.      Sebaliknya, anak-anak dengan rasa percaya diri yang rendah lebih mudah merasa putus asa dan enggan mencoba hal-hal baru, terutama jika menghadapi tantangan besar. Anak-anak dengan rendahnya kepercayaan diri takut melakukan kesalahan atau gagal, sehingga mereka cenderung tidak berusaha maksimal atau bahkan menghindari tanggung jawab. Nah...

Mengajarkan Anak Tentang Kejujuran Sejak Dini

     Mendidik anak sejak dini sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku mereka. Pendidikan tidak hanya mencakup pelajaran akademik di sekolah, tetapi juga pendidikan moral, yang berkaitan dengan sikap dan tindakan sehari-hari. Pada usia dini, anak-anak lebih mudah diarahkan, sehingga nilai-nilai moral yang diajarkan cenderung tertanam kuat dan menjadi dasar perilaku mereka hingga dewasa.      Kejujuran adalah salah satu nilai moral paling mendasar yang perlu ditanamkan sejak kecil. Mengajarkan anak untuk berbicara, bersikap, dan bertindak jujur memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka di masa depan. Pepatah "kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja" mencerminkan betapa pentingnya nilai ini. Jika diterapkan sejak dini, kejujuran dapat menjadi kebiasaan baik yang terus terbawa hingga dewasa.      Dalam keluarga, kejujuran berperan penting untuk menjaga rasa kebersamaan dan kepercayaan. Ketidakjujuran dapat memicu k...